Rabu, 23 April 2014
Engkau Yang Mana...?
Dear...perca-perca cerita kita satu2 mulai hilang tak kutemukan. Mungkin terbang terbawa angin atau terseret ombak. Ketika aku tau... kau tau rasanya? rasanya perih seperti teriris. Namun ada semburat bahagia melegakan. Engkau yg mana...?maafkan aku...tapi aku memang tak menjanjikan swarnabhumi kala itu. Yg aku tau, akan ada badai yg akan datang menggerus. Tapi aku tak tau apakah hujan akan menghidupkannya kembali...?
Kamis, 27 Maret 2014
Catatan kecil
PAGI TADI
Pagi tadi dari kejauhan saya melihat seorang ibu penjual kacamata pinggir jalan sedang merapikan dasi pramuka anak lelakinya. Sementara si anak sibuk mengunyah gorengan dan sesekali menatap ibunya. Mulut si ibu komat kamit, entah sedang member nasehat atau sedang berpesan ini itu. Si anak mengangguk mengiyakan dengan ringan dan riang.
Memastikan segalanya berjalan dengan baik adalah doanya. Menjadikanmu lebih baik darinya adalah harapan terbesarnya. Cepat besar nak...wujudkan harapan dan keinginan ibumu. Make her smile and proud of you...
PAGI
Aku suka pagi.
Aku suka riuh gegas anak2ku
I feel blessed....alhamdulillah...
Pagi tadi dari kejauhan saya melihat seorang ibu penjual kacamata pinggir jalan sedang merapikan dasi pramuka anak lelakinya. Sementara si anak sibuk mengunyah gorengan dan sesekali menatap ibunya. Mulut si ibu komat kamit, entah sedang member nasehat atau sedang berpesan ini itu. Si anak mengangguk mengiyakan dengan ringan dan riang.
Memastikan segalanya berjalan dengan baik adalah doanya. Menjadikanmu lebih baik darinya adalah harapan terbesarnya. Cepat besar nak...wujudkan harapan dan keinginan ibumu. Make her smile and proud of you...
PAGI
Aku suka pagi.
Aku suka riuh gegas anak2ku
I feel blessed....alhamdulillah...
Rabu, 26 Maret 2014
Pergilah...
Haiii....
catatan ini aku buat untukmu, terinpirasi olehmu tepatnya. Karena suka atau tidak suka, aku harus mengakui kalau kamu telah menyita beberapa space giga dalam ingatanku, dalam benakku. Tapi mungkin juga karena aku sendiri yang meliharanya, merawatnya. Tak sungguh2 menghapus data-data tak berguna itu. Pasti karena aku terlalu takut atau aku terlalu lemah hingga mati suri. Terlalu khawatir tak lagi bisa menengok kebelakang padahal itu sudah tak penting.
Sekarang, mari kita buat kesepakatan. Pergilah dengan damai dan aku tetap mnggenggam apa yang aku miliki saat ini. Dan kita akan bersama lagi dikehidupan yang akan datang...itupun jika ada.
Selasa, 25 Maret 2014
Hujan
Aku suka hujan.
Hujan membuatku berpikir sedikit lebih dalam
sedikit lebih sabar dan sedikit lbh lebay.
Hujan tidak hanya membuatku menunggu,
membuatku membatalkan janji
tapi juga ia membuatku tepat memaknai kehangatan.
Aku tak pernah menangis kala hujan.
Percuma...
suara tangis dan airmataku kalah hebat dengan hujan
jadi kuwakilkan saja padanya.
Percuma...
suara tangis dan airmataku kalah hebat dengan hujan
jadi kuwakilkan saja padanya.
Buatku, hujan adalah anugrah, inspirasi.
#catt pagi ini selepas hujan...
Senin, 24 Maret 2014
Mendadak rindu...
Mendadak bernostalgia
Diayun ayun ingatan
Dibuai khayalan nerandai andai
Kuputar lagi masa...
Menghadirkanmu lagi disini
Hanya bisa tersenyum mengingat yang pernah terjadi
Ketika akal masih setengah jadi
Ahh....sudahlah...
Besok aku Harus bangun pagi sekali
Diayun ayun ingatan
Dibuai khayalan nerandai andai
Kuputar lagi masa...
Menghadirkanmu lagi disini
Hanya bisa tersenyum mengingat yang pernah terjadi
Ketika akal masih setengah jadi
Ahh....sudahlah...
Besok aku Harus bangun pagi sekali
Batasan Cintaku
Aku mencintaimu dengan segala keterbatasanku
Hanya getar hati dan sisa ingatan.
Tak ada sentuhan, tak ada pelukan, tak ada janji...
Seharusnya tanpa batas, bebas imaji mengembara
Tapi tak apa...jadi tak ada keluh, peluh dan juga perih.
Aku merindukanmu dalam batasanku...aku yang membuatnya
Aku membuat garis yang samar...
Tak boleh keluar..!! Kukatakan itu berkali2 pada diriku.
Sejatinya tanpa harapan. Kupaksakan hati tuk menerima
Biar saja...Biar dia bermain, menari nari dalam ruangan yg tak jelas
Kupastikan kelak kan kukemas rapi dan kubuang jauh.
Menarilah....
Hanya getar hati dan sisa ingatan.
Tak ada sentuhan, tak ada pelukan, tak ada janji...
Seharusnya tanpa batas, bebas imaji mengembara
Tapi tak apa...jadi tak ada keluh, peluh dan juga perih.
Aku merindukanmu dalam batasanku...aku yang membuatnya
Aku membuat garis yang samar...
Tak boleh keluar..!! Kukatakan itu berkali2 pada diriku.
Sejatinya tanpa harapan. Kupaksakan hati tuk menerima
Biar saja...Biar dia bermain, menari nari dalam ruangan yg tak jelas
Kupastikan kelak kan kukemas rapi dan kubuang jauh.
Menarilah....
Langganan:
Komentar (Atom)